Thursday, 27 June 2019

Negara Kisruh

Saya tidak pandai menulis. Hanya saja mencoba menuangkan apa yang sedang menjadi pikiran saya belakangan ini. Tidak ada kawan berbagi pendapat. Sayapun suka mengutarakan pendapat saya dalam bentuk tulisan. Tidak hanya pendapat, terkadang kisah asmara juga. Maklum saya masih mahasiswi yang tergolong maba jadi masih sering lirak lirik kating yang berujung asmara. Aihhh.. 


Lanjut. Dalam menulis, kadang saya kesulitan untuk menceritakan kisah sendiri. Lalu saya hanya coba mengkritisi apa yang sedang terjadi. Sekarang ini. Di tahun 2019 yang telah berjalan setengah ini. Banyak sekali kisruh yang terjadi. Mulai dari isu-isu yang lama tentang agama sampai yang baru tentang politik sampai yang benar-benar masih terjadi berbarengan dengan kisruh politik sekarang ini kisruh PPDB. Penerimaan peserta didik baru. Tentu sudah viral dan Anda sudah pada tahu masalah ini. 


Ya, ppdb sistem zonasi. Ini banyak sekali mengundang pro kontra para orang tua siswa. Berita sekarangpun di tv, di media online semua isinya cuma dua, yang satu kisruh politik yang satunya kisruh ppdb ini. Miris sekali Indonesia ini. Penerimaan peserta didik baru saja kisruh. Pantas saja, pendidikannya kisruh, politik kisruh, benar-benar negara kisruh. Eitts, jangan emosi dulu.


Kembali lagi ke PPDB sistem zonasi ini. Nah, sistem zonasi ini sebenarnya melihat dari beberapa negara maju seperti Jepang. Di Jepang sudah sejak lama menggunakan sistem zonasi ini dan benar saja pendidikannya benar-benar maju disana. Di Indonesia ini sebenarnya apa sih yang membuat kisruh? Di Indonesia ini yang membuat kisruh sebenarnya adalah kurangnya sosialisasi tentang sistem zonasi ini.


Berbicara tentang sosialisasi. Ternyata dananya enggak sedikit loh. Terus kemana larinya dana tersebut? Wallahu A'lam. Saya enggak bisa ngasih pendapat masalah ini.
Oiya sedikit cerita, saya ini merupakan pengguna media sosial yang aktif. Maklum saya masih maba jadi kalau tidak ada tugas atau tidak ada rapat akhirnya cuma scroll sosmed, tidak ada DM apalagi PC. 


Akhir-akhir ini saat saya scroll sosmed saya yang sepi, namun terlintas banyak sekali saya dapati meme-meme seputar tentang PPDB zonasi ini. Salah duanya ada yang begini bunyinya; "Bagaimana mau menuntut ilmu sampai ke negeri china kalau dibatasi zonasi". Sedikit berfikir, benar juga. Lalu ada lagi yang bunyinya seperti ini : "Mulai tahun 2020, nikah dibatasi sistem zonasi". Waduh! Saya mulai berfikir keras, saya masih jomblo, 2020 juga masih jadi mahasiswa, jodohku terhalang sistem zonasi.


Namun, menteri pendidikan kita memberi pledoi: Sistem Zonasi, adalah era berakhirnya sekolah favorit. Maha benar netijen dengan celotehnya. Dan maha benar pak menyebut. Lama-lama saya pusing dengan segala kondisi yang ada. Aihhh Indonesia.

No comments:

Post a Comment