Saturday, 22 June 2019
Interpretasi Sohibu Baiti
Mungkin dia mengira aku bisa menulis.
dalam batin aku itu saya sulit jika disuruh menulis. Mungkin jika disuruh mengarang sedikit saja. Mungkin. Sedikit tapi. Itu saja meloncat tidak jelas.
Interpretasiku terhadap lagu Sohibu Baiti.
Aku paham. Kira-kira artinya. Tapi jjka disuruh membaca ya grothal-grathul. Intinya Sohibu Baiti. Tidak asing sih, cuma tidak tau arti liriknya. Teringat, bahwa Baiti artinya rumah.
Aku mulai mencari arti lirik sohibu Baiti di simbah yg tau segalanya.
oooh.. Itu toh..
Sebenarnya pengalaman mendengar sohibu Baiti pertama ku dengar di Gambang Syafaat Semarang. Dilantunkan pada akhir acara, dengan diawali lampu dimatikan. Jamaah berdiri. Tenang dan khusyuk dipimpin simbah.
"Mari jamaah semua kita kembali ke tuan rumah diri kita".
Karena baru awal mendengar aku hanya mengikuti alunannya. Sama sekali tidak tahu artinya. Tapi ada sesuatu yang saya rasa. Kok Adeem . Kok ayem.
Sohibu Baiti. Ya Sohibu baitii.. Dan seterusnya.
Entah kenapa, mendengar lantunannya aku langsung terbawa sedu. Bahkan sedikit hiperbol. Aku mbrebes mili. Ingat dosa. Ingat orang tua, terutama ibu. Sungguh aku mbrebes mili.
Semenjak itu, setiap hadir maiyahan. Selain kangen ketemu dan ilmu dari Mbah Nun. Hal yang ku nantikan adalah lantunan sohibu Baiti.
Menurutku sohibu Baiti, sesuai dengan yg kupahami ya kembali ke tuan rumah atau pencipta kita. Allah SWT. Pokoknya dikembalikan. Tempat keluh kesah dan tempat harapan digantungkan.
Karena Dialah yg memperjalankan/memimpin hati dan hidup. Menuntun. Menerangi. Memberikan rasa tenang dalam hidup.
Dia lah penolong. Dia lah kerinduanku dan Dia lah tujuan akhirku. Dialah Awal dan dialah akhir.
Semenjak itu aku sering menggunakan kata memperjalankan. Karena menurutku, kita sedang dalam perjalanan dan kita diperjalankan.
Semenjak itu aku juga menghubungkan dengan man arofa nafsahu, faqod arofa robbahu. Barang siapa mengenal dirinya. Maka dia akan mengenal Tuhannya. Nah ini yang selalu aku cari. Yang belum aku temukan. Mungkin sudah. Mungkin sedikit.
Bersambung. Aku ingin mencari persambungan Sohibu Baiti dengan kata yg pernah ku dengar dari mbah nun: kembali ke diri, sisakan ruang kosong dihati.
-mungkin dia mengira aku bisa menulis-
Pemalang, 22 Juni
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment