Pernah Anda melihat tulisan di kaca belakang mobil : The real men used three pedals? Atau sebaliknya “hari gini masih oper gigi?” atau “baiti janati” di kaca rumah. Atau supermasi “Tegal laka-laka”. pernah ke luar negeri dan ikut simposium diaspora indonesia?
Sebelum kita bahas, kita akan berbicara tentang egoisme. Egoisme bisa diartikan sebagai sikap ke’aku’an. Mengharuskan segala hal di luar diri untuk tunduk kepadanya. Dalam teks tentang teori egoisme, sikap egoisme adalah sikap yang mengganggap sesuatu itu baik kalau menguntungkan diri, dan menganggap sesuatu itu buruk kalau tidak menguntungkan dia. Dia merasa lebih hebat. Lebih tinggi. Lebih benar. Pemegang legitimasi kebenaran. Paling berhak mendapatkan surga. Orang lain tidak ada apa-apanya dari dia. Egois cikal bakal dari narsis.
Selama ini kita diberi pemahaman tentang egoisme dengan arti yang negatif: sikap menang sendiri, sikap harus untung sendiri, sikap masa bodoh dengan yang lain, semua hal yang mengarah pada sikap harus untung untuk diri sendiri.
Tidak bisa dipungkiri. Lingkungan sangat memengaruhi. Apa yang kita pahami dan apa yang kita yakini. Adalah pengaruh lingkungan. Kalau tidak berapa di dalam lingkungan yang telah terbiasa saling berbagi. Maka kita akan terbisa dengan hal saling berbagi. Sebaliknya kalau kita hidup berkembang dalam lingkuangan yang serba perhitungan kapitalisitik: mau membantu tetangga yang sakit dihitung. Mau membantu teman perhitungan. Maka mental yang akan tertanam di otak bawah sadar kita dianggap wajar dan benar.
Apakah Anda punya teman yang bakhil. kemudian Anda juga pelit kepada dia? Dengan alasan; dia saja perhitungan kepada saya. Kenapa saya harus berderma kepada dia. Padahal Anda sendiri sebelumnya adalah orang yang sangat loman dalam hal membantu teman. Itu membuktikan bahwa lingkungan sangat berpengaruh. Hanya satu teman saja mampu merubah sikap anda. Apalagi kalau Anda di tempatkan pada lingkungan yang hampir semua orang seperti itu. Contoh itu (sikap pelit) hanya salah satu saja. Belum sikap-sikap egois yang lain.
Egois itu, jauh dari sikap suwung.
No comments:
Post a Comment